FKH Unud dan BBV Denpasar Perkuat Kolaborasi, Bahas Magang Mahasiswa hingga Penanganan Rabies

Denpasar, 22 September 2026 — Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (FKH Unud) dan Balai Besar Veteriner (BBV) Denpasar memperkuat kolaborasi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), bertempat di Ruang Pertemuan BBV Denpasar. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membahas penguatan kegiatan akademik dan lapangan mahasiswa, peluang kolaborasi penelitian, serta dukungan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan hewan, termasuk rabies.


Kegiatan diawali oleh Staf BBV Denpasar, drh. I Ketut Narcana, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala BBV Denpasar, Dr. drh. I Gede Eka Budhiyadnya, M.P., dan Dekan FKH Unud, Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Sudisma, M.Si. Masing-masing institusi juga memperkenalkan tim yang hadir dalam kegiatan penandatanganan PKS.


Dalam pertemuan tersebut, membahas peran PKS sebagai payung hukum dalam pelaksanaan kolaborasi antara FKH Unud dan BBV Denpasar. Melalui landasan tersebut, pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat mendukung tugas pokok dan fungsi masing-masing instansi sekaligus memperkuat komunikasi dalam pelaksanaan kegiatan bersama.


Salah satu fokus pembahasan adalah program Magang Kampus Berdampak FKH Unud yang melibatkan 10 desa binaan di Kabupaten Badung. Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjalani pembelajaran di lapangan selama satu semester, termasuk dalam kegiatan yang berkaitan dengan penanganan rabies.


Dalam program tersebut, mahasiswa melakukan edukasi kepada masyarakat serta siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama agar memiliki pemahaman dan kewaspadaan terhadap penyakit rabies. Dalam pembahasan tersebut, mahasiswa yang memperoleh sampel anjing yang dicurigai rabies selama kegiatan di desa binaan, diizinkan membawa sampel tersebut ke BBV Denpasar untuk dilakukan pengujian.


Pertemuan juga membahas pentingnya kejelasan administrasi dalam penempatan mahasiswa FKH Unud di BBV Denpasar, khususnya terkait tujuan kegiatan, baik magang, PKL, maupun penelitian.


Dalam sesi diskusi, staf laboratorium BBV Denpasar turut menyampaikan masukan berdasarkan pengalaman dalam mendampingi mahasiswa FKH Unud. Laboratorium Patologi melalui drh. Ely Supartika menyampaikan kesiapan untuk berkolaborasi dalam penelitian di bidang patologi, antara lain mengenai tumor. Dalam kolaborasi penelitian tersebut, tim BBV Denpasar yang turut membimbing diharapkan dicantumkan dalam publikasi ilmiah sesuai dengan keterlibatannya.


Sementara itu, Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) melalui drh. Dayu Andini menyampaikan kesiapan menerima mahasiswa untuk kegiatan magang maupun penelitian terkait antimicrobial resistance (AMR). Dari Laboratorium Parasitologi, drh. Agung Wisnu menyarankan agar mahasiswa yang mengikuti kegiatan magang telah memiliki bekal pengetahuan mengenai penyakit hewan. Menurut Beliau Mahasiswa semester akhir dinilai lebih sesuai karena telah memperoleh pengetahuan mengenai beberapa jenis penyakit hewan.


Dalam pertemuan tersebut juga dijelaskan bahwa tugas pokok dan fungsi BBV Denpasar saat ini berada pada tahap investigasi penyakit, sedangkan tahap selanjutnya telah menjadi bagian dari tugas BRIN. BBV Denpasar turut menyampaikan bahwa aspek kerja sama menjadi bagian yang diperhatikan dalam evaluasi pada tingkat nasional, regional, maupun internasional, termasuk dalam kaitannya dengan publikasi ilmiah.


Setelah rangkaian pembahasan, FKH Unud dan BBV Denpasar melaksanakan penandatanganan PKS sebagai dasar kolaborasi antarinstansi. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama.


Melalui PKS tersebut, FKH Unud dan BBV Denpasar diharapkan dapat membangun komunikasi yang lebih baik, terutama dalam penempatan mahasiswa untuk kegiatan magang, PKL, maupun penelitian. Kejelasan tujuan kegiatan serta administrasi melalui surat pengantar menjadi bagian penting agar setiap kegiatan dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan tugas masing-masing instansi.


Kolaborasi ini turut mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui kegiatan yang berkaitan dengan edukasi dan penanganan rabies; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan pengalaman belajar mahasiswa secara langsung di lapangan dan laboratorium; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan hubungan kelembagaan antara perguruan tinggi dan institusi veteriner.


Ke depan, kolaborasi FKH Unud dan BBV Denpasar diharapkan dapat menjadi landasan bagi pelaksanaan kegiatan mahasiswa dan penelitian yang lebih terarah, sekaligus memperkuat koordinasi antara kedua institusi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.