FKH Unud Selaraskan Kurikulum Program Studi Doktor (S3) Sains Veteriner dengan Kebutuhan Veteriner Masa Kini

Denpasar, 2 Oktober 2026 — Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (FKH Unud) melaksanakan Workshop Kurikulum, Panduan Akademik, dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Program Studi Doktor Sains Veteriner, bertempat di Ruang Sidang Lantai 1 Gedung FKH Unud, Kampus Denpasar.


Workshop ini menjadi ruang untuk menelaah kembali arah keilmuan, profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), bahan kajian, struktur mata kuliah, hingga RPS Program Studi Doktor Sains Veteriner. Pembahasan dilakukan dengan membandingkan Buku Pedoman Akademik 2024 dengan Draft Buku Pedoman Akademik 2026 sebagai dasar penyelarasan kurikulum.


Pada sesi pertama, Kepala Balai Besar Veteriner, Dr. drh. I Gde Eka Budhiyadnya, M.P., menyampaikan materi berjudul “Kebutuhan Kompetensi Doktor Sains Veteriner dalam Mendukung Surveilans, Diagnosis, Penelitian, dan Kebijakan Kesehatan Nasional”. Beliau memaparkan sejumlah tantangan kesehatan hewan dan zoonosis yang perlu mendapat perhatian, mulai dari penyakit hewan menular lintas batas, penyakit infeksi baru, zoonosis, resistensi antimikroba, perubahan iklim, hingga perbedaan kapasitas dan komitmen pemerintah daerah dalam penanganan penyakit hewan.


Dalam pemaparannya, kebutuhan terhadap sumber daya manusia dengan kompetensi tingkat doktor turut menjadi bagian penting dalam pembahasan. Doktor Sains Veteriner diharapkan tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengembangkan metode dan teknologi, melakukan pemodelan riset, serta memberikan masukan yang didasarkan pada bukti ilmiah bagi kebijakan kesehatan hewan.


Kompetensi tersebut antara lain mencakup surveilans prediktif, diagnosis molekuler dan inovatif, penelitian berkelanjutan, serta kemampuan menerjemahkan hasil penelitian menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan kesehatan hewan. Pendekatan One Health juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi tersebut.


Memasuki sesi kedua, Prof. Dr. drh. I Nengah Kerta Besung, M.Si., selaku Koprodi S3 FKH Unud, menyampaikan materi “Penyelarasan Kurikulum dengan Kebutuhan Veteriner Masa Kini”. Pembahasan diarahkan pada penyesuaian antara perubahan visi keilmuan dengan CPL, bahan kajian, struktur mata kuliah, pemetaan CPL dan mata kuliah, serta penyusunan RPS.


Salah satu perubahan yang dibahas adalah penataan visi keilmuan. Dalam Draft Pedoman Akademik 2026, Patobiologi Veteriner ditempatkan sebagai payung keilmuan utama yang mencakup mekanisme penyakit, interaksi inang-agen-lingkungan, dan epidemiologi penyakit. Rumusan tersebut selanjutnya perlu disepakati agar menjadi satu visi keilmuan yang padat dan konsisten.


Sementara itu, profil lulusan Program Studi S3 Sains Veteriner tetap diarahkan pada tiga peran, yaitu peneliti, pendidik, dan konsultan. Penyesuaian CPL dilakukan dengan memperluas ruang lingkup pembelajaran yang mencakup kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, kesehatan lingkungan, penyakit infeksi dan noninfeksi, zoonosis, serta konservasi sumber daya genetik hewan melalui pendekatan One Health.


Penyelarasan juga terlihat pada bahan kajian dan struktur mata kuliah. Beberapa mata kuliah yang tercantum dalam Draft 2026 antara lain Epidemiologi dan One Health, Emerging and Re-emerging Disease, Patobiologi Molekuler, Bioteknologi dan Diagnostik Veteriner, Zoonosis Penyakit Tropis dan Subtropis, Kedokteran Pariwisata-Lingkungan (Eco-Tourism Medicine), serta Konservasi Plasma Nutfah Lokal.


Dalam implementasinya, RPS diposisikan sebagai perangkat operasional untuk mengukur ketercapaian CPL. Alur penyusunannya diarahkan secara berkesinambungan mulai dari visi keilmuan, profil lulusan, CPL, bahan kajian, mata kuliah, CPMK, Sub-CPMK, materi pembelajaran, metode pembelajaran, hingga asesmen. Metode yang didorong mencakup case method, project-based learning, diskusi, praktikum, dan penelitian terintegrasi.


Diskusi workshop juga mempertemukan pandangan dari praktisi dan pihak Balai Besar Veteriner. Sejumlah masukan berkaitan dengan kebutuhan riset yang lebih aplikatif, pemanfaatan data kesehatan hewan sebagai bahan penelitian, pengembangan sistem surveilans berkelanjutan, serta pengembangan diagnostic kit untuk mendukung deteksi penyakit secara dini.


Dalam diskusi tersebut, peluang kolaborasi antara FKH Unud dan Balai Besar Veteriner juga menjadi perhatian. Data dan sumber daya yang tersedia di BBV dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan penelitian mahasiswa, dengan tetap diarahkan pada kebutuhan dan permasalahan veteriner yang relevan.


Dekan FKH Unud, Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Sudisma, M.Si., dalam arahannya mendorong peningkatan kerja sama untuk bersama-sama menangani permasalahan penyakit hewan di Bali, khususnya rabies. Beliau juga menyampaikan bahwa visi dan misi Program Studi S3 Sains Veteriner akan semakin baik seiring dengan alur pengembangan yang semakin jelas. Peningkatan kompetensi lulusan sebagai praktisi juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.


Melalui workshop ini, penyempurnaan kurikulum diarahkan pada tujuh kesepakatan utama, yaitu penetapan satu rumusan visi keilmuan, profil lulusan, CPL yang selaras dengan visi keilmuan, struktur bahan kajian, struktur mata kuliah, pemetaan CPL dengan mata kuliah, serta penyusunan RPS yang selaras dengan kurikulum baru.


Pelaksanaan workshop ini sejalan dengan komitmen FKH Unud dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Bermutu melalui penguatan dan penyelarasan kurikulum pendidikan doktoral agar pembelajaran, penelitian, dan kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan keilmuan dan perkembangan bidang veteriner.


Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, terutama melalui penguatan kompetensi dalam bidang kesehatan hewan, zoonosis, kesehatan masyarakat veteriner, surveilans, diagnosis, serta penerapan pendekatan One Health. Selain itu, pembahasan mengenai pengembangan penelitian, teknologi diagnostik, dan inovasi veteriner turut mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.


Dengan penyelarasan kurikulum yang dilakukan secara bertahap, Program Studi Doktor Sains Veteriner FKH Unud diarahkan untuk terus mengembangkan pembelajaran dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan kesehatan hewan, kesehatan masyarakat, lingkungan, serta perkembangan permasalahan veteriner di lapangan.