Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Imunologi Dan Virologi Veteriner
Anggota :
1. Prof. Dr. drh. Gusti Ayu Yuniati Kencana, MP.
2. Dr. drh. Ida Bagus Kade Suardana, M.Si.
3. drh. Tri Komala Sari, MS, Ph.D.
Kelompok bidang keahlian (KBK) Imunologi dan Virologi Veteriner merupakan kelompok ilmu tentang tentang Virus, Penyakit virus dan Imunitas (kekebalan) baik itu seluler maupun humoral. Imunitas merupakan respon imun tubuh terhadap agen penyakit maupun infeksi akibat infeksi alami.
Berikut Adalah Visi, Misi, Tujuan, Sasaran Strategis, IKU, dan Roadmap dari KBK Imunologi dan Virologi Veteriner untuk 5 Tahun difokuskan pada skema Penelitian Terapan. Model ini menekankan inovasi, prototipe, dan hilirisasi teknologi untuk pengendalian penyakit viral hewan tropis yang relevan dengan kesehatan hewan dan ketahanan pangan, termasuk penyakit seperti Newcastle disease, Avian influenza, Lumpy skin disease, dan Rabies.
1. VISI
Menjadi kelompok bidang keahlian unggulan dalam pengembangan teknologi diagnostik, surveilans, dan strategi pengendalian penyakit viral hewan berbasis imunologi dan virologi molekuler untuk mendukung kesehatan hewan, ketahanan pangan, dan pendekatan One Health di Indonesia.
2. MISI
- Mengembangkan teknologi diagnostik dan metode deteksi cepat penyakit viral hewan.
- Menghasilkan inovasi berbasis imunologi dan virologi molekuler untuk pengendalian penyakit hewan.
- Mengintegrasikan penelitian laboratorium dengan kasus lapang (field-based research).
- Meningkatkan hilirisasi hasil penelitian melalui paten, prototipe, dan kerja sama industri.
- Menghasilkan publikasi ilmiah internasional bereputasi.
3. TUJUAN
- Mengembangkan metode diagnostik molekuler dan serologis yang sensitif dan spesifik untuk penyakit viral hewan.
- Menghasilkan model surveilans dan sistem peringatan dini penyakit viral.
- Mengembangkan prototipe produk inovatif (kit diagnostik atau model epidemiologi).
- Meningkatkan pemanfaatan hasil penelitian oleh pemerintah dan industri peternakan.
4. SASARAN STRATEGIS
- Pengembangan teknologi diagnostik penyakit viral hewan.
- Integrasi data molekuler, imunologi, dan epidemiologi.
- Hilirisasi inovasi teknologi veteriner.
- Peningkatan publikasi dan paten.
- Penguatan kolaborasi riset nasional dan internasional.
5. INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)
No | Indikator | Target 5 Tahun |
1 | Publikasi internasional Scopus | >12 artikel |
2 | Publikasi Q1/Q2 | >6 artikel |
3 | HKI atau Paten | >2 |
4 | Prototipe teknologi diagnostik | >1 |
5 | Kerja sama penelitian nasional/internasional | >5 |
6 | Mahasiswa terlibat penelitian | >20 |
7 | Hilirisasi teknologi | >1 produk |
6. ROADMAP PENELITIAN 5 TAHUN
Tahun 1 (2026): Surveilans dan Identifikasi Virus Lapang
1. Fokus penelitian:
- Pengambilan sampel lapang dari kasus penyakit viral pada ternak dan unggas
- Deteksi molekuler menggunakan PCR/RT-PCR
- Analisis sekuens gen virus
Luaran:
- Database molekuler virus lokal
- 2 publikasi internasional
Tahun 2 (2027): Karakterisasi Molekuler dan Imunologis
Fokus penelitian:
- Analisis variasi genetik virus
- Uji serologis dan respon imun populasi
- Identifikasi strain dominan
Luaran:
- 2–3 publikasi internasional
- Database imunologis populasi ternak
Tahun 3 (2028): Integrasi Epidemiologi dan Model Risiko
Fokus penelitian:
- Analisis faktor risiko penyebaran penyakit
- Integrasi data molekuler dan epidemiologi
- Pengembangan model prediksi wabah
Luaran:
- Model epidemiologi penyakit
- Draft HKI
Tahun 4 (2029): Pengembangan Prototipe Teknologi Diagnostik
Fokus penelitian:
- Pengembangan kit diagnostik berbasis antigen atau primer lokal
- Validasi sensitivitas dan spesifisitas metode diagnostik
Luaran:
- 1 prototipe kit diagnostik
- 1 paten atau HKI
Tahun 5 (2030): Validasi dan Hilirisasi Teknologi
Fokus penelitian:
- Uji lapang multi lokasi
- Kolaborasi dengan laboratorium veteriner nasional
- Persiapan komersialisasi teknologi
Luaran:
- Produk inovasi siap hilirisasi
- Publikasi Q1
7. KEUNGGULAN PENELITIAN
- Berbasis kasus lapang penyakit hewan di Indonesia.
- Mengintegrasikan virologi molekuler, imunologi, dan epidemiologi.
- Mendukung program pengendalian penyakit hewan nasional.
- Memiliki potensi hilirisasi teknologi diagnostik veteriner.




UDAYANA UNIVERSITY