FKH Unud Jajaki Kolaborasi Penelitian dengan Seoul National University tentang Mamalia Laut Terdampar

Denpasar, 11 September 2026 — Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (FKH Unud) menerima kunjungan dari Seoul National University (SNU), Korea Selatan, untuk melakukan diskusi awal mengenai peluang pengembangan penelitian kolaboratif terkait jejaring, investigasi, dan penanganan kejadian mamalia laut terdampar (marine mammal stranding). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penjajakan kerja sama akademik dan penelitian antara FKH Unud dan Seoul National University.


Pembahasan mencakup pengembangan jejaring, investigasi kasus, penguatan kapasitas diagnostik, serta kesiapan teknis dan logistik dalam penanganan kejadian mamalia laut terdampar. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas aspek administrasi dan tata kelola penelitian, antara lain kebutuhan perizinan, prosedur administratif bagi peneliti asing dan institusi mitra, serta mekanisme koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Penyusunan dokumen kerja sama sebagai dasar pelaksanaan penelitian kolaboratif juga menjadi bagian dari pembahasan.


Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan turut dibahas untuk mendukung pelaksanaan penelitian sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta memperkuat jejaring respons terhadap kejadian mamalia laut terdampar.


Pembahasan kemudian diarahkan pada aspek teknis penelitian dan investigasi kasus. Topik yang dibicarakan meliputi mekanisme pelaporan dan dokumentasi kejadian, pengumpulan data lapangan, prosedur pemeriksaan dan pengambilan sampel, serta kemungkinan pengembangan protokol investigasi yang dapat diterapkan secara bersama.


Standardisasi metode pengumpulan data dan sampel juga menjadi perhatian agar hasil investigasi dari berbagai lokasi dapat dibandingkan dan dianalisis secara lebih komprehensif. Dalam pelaksanaannya, jejaring yang melibatkan akademisi, dokter hewan, peneliti, pemerintah, masyarakat, serta organisasi atau lembaga terkait dipandang penting untuk mendukung ketersediaan informasi lapangan dan investigasi secara terpadu.


Selain aspek penelitian, kedua pihak membahas kebutuhan logistik dan kesiapan operasional untuk mendukung kegiatan di lapangan. Hal tersebut meliputi ketersediaan peralatan untuk respons dan pemeriksaan awal, perlengkapan pengambilan dan penyimpanan sampel, sarana transportasi, sistem dokumentasi, serta mekanisme pengiriman sampel dari lokasi kejadian menuju laboratorium.


Identifikasi kebutuhan tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan investigasi, terutama apabila kejadian berlangsung di lokasi yang sulit dijangkau atau membutuhkan respons dalam waktu relatif singkat.


Kunjungan juga dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas diagnostik laboratorium di FKH Unud. Peninjauan dilakukan untuk melihat ketersediaan sarana dan prasarana yang dapat mendukung pemeriksaan sampel dalam penelitian mamalia laut terdampar, termasuk fasilitas yang berpotensi digunakan untuk pemeriksaan patologis, mikrobiologis, molekuler, maupun diagnostik lainnya sesuai kebutuhan penelitian.


Hasil peninjauan menjadi bahan pertimbangan untuk mengidentifikasi kapasitas laboratorium yang telah tersedia, serta fasilitas atau metode diagnostik yang masih perlu dikembangkan atau diperkuat guna mendukung penelitian kolaboratif pada masa mendatang.


Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kapasitas akademik dan penelitian di bidang kedokteran hewan, serta ilmu terkait ekosistem laut. Upaya tersebut juga mendukung SDGs 14: Ekosistem Laut, terutama dalam pengembangan penelitian mengenai investigasi dan penanganan kejadian mamalia laut terdampar. Sementara itu, aspek kolaborasi dalam kegiatan ini turut mendukung SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penjajakan kerja sama akademik dan penelitian antara FKH Unud dan Seoul National University serta pengembangan jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan.


Secara umum, kunjungan dan diskusi antara FKH Unud dan Seoul National University menunjukkan ketertarikan untuk mengeksplorasi bentuk kerja sama dalam aspek jejaring dan sistem pelaporan kejadian mamalia laut terdampar, investigasi dan pengambilan sampel di lapangan, analisis diagnostik laboratorium, serta pengembangan kapasitas sumber daya dan sarana pendukung. Penjajakan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan kerja sama penelitian antara FKH Unud dan Seoul National University, sekaligus memperkuat jejaring, kapasitas diagnostik, dan metode investigasi dalam penanganan kejadian mamalia laut terdampar.